Semarang — Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (FH Undip) menyelenggarakan kegiatan Workshop Pendampingan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Ruang Fiat Justisia. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen pembimbing PKM serta mahasiswa peserta PKM FH Undip.
Acara diawali dengan laporan dari Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Aditya Yuli Sulistyawan, S.H., M.H. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa hingga hari pelaksanaan workshop, telah masuk 16 judul proposal dari total 31 tim. Ia juga menyoroti bahwa pada tahun 2025 Fakultas Hukum belum berhasil meloloskan proposal PKM untuk pendanaan. “Seperti kita ketahui, PIMNAS merupakan ajang penulisan ilmiah paling bergengsi di Indonesia. Oleh karena itu, mari kita bangkit dan bersemangat untuk PKM 2026,” ujarnya.
Selanjutnya, acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Hukum Undip, Prof. Dr. Retno Saraswati, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan strategi dalam penyusunan proposal PKM. “Bidang kolaborasi harus kita tembus. Kita perlu memikirkan ide-ide yang berpotensi diterima, strategi penulisan, serta bagaimana masukan dari dosen pembimbing dapat dituangkan dengan baik. Di Fakultas Hukum, kita terbiasa berkompetisi dalam bidang hukum, dan ini harus menjadi kekuatan,” tuturnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan plakat kepada narasumber, yaitu Susatyo Nugroho Widy Pramono, S.T., M.M., selaku Koordinator PKM Undip. Narasumber diperkenalkan oleh moderator, Muhamad Nafi Uz Zaman, S.H., M.H. Dalam paparannya, narasumber memutar video perjalanan Undip mulai dari persiapan hingga awarding pada PIMNAS 2025, serta menyampaikan bahwa Undip berhasil meraih peringkat 4 dalam jajaran Top 10 Pemenang PIMNAS 2025.
Narasumber juga menjelaskan bahwa pembinaan kemahasiswaan di perguruan tinggi bertujuan untuk meningkatkan prestasi, mengembangkan soft skills, membentuk karakter dan etika, mendukung kesejahteraan mahasiswa, serta mendorong kewirausahaan. Ia menambahkan bahwa PKM memiliki keunikan karena lingkup dan variannya sangat luas, bersifat multidisiplin, kegiatannya berlangsung kontinu sepanjang tahun, melibatkan ribuan mahasiswa, serta menyediakan banyak penghargaan, dengan sekitar 4.000–5.000 proposal didanai dan 400–500 proposal lolos ke PIMNAS.
Dijelaskan pula tahapan PKM menuju PIMNAS, yaitu seleksi proposal, proposal didanai, lolos PIMNAS, hingga pelaksanaan PIMNAS. Adapun jenis-jenis PKM meliputi PKM Riset (PKM-RE), PKM Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH), PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), PKM Kewirausahaan (PKM-K), PKM Penerapan IPTEK (PKM-PI), PKM Karsa Cipta (PKM-KC), PKM Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK), dan PKM Karya Inovatif (PKM-KI). Selain itu, PKM Karya Tulis terbagi menjadi PKM Artikel Ilmiah dan PKM Gagasan Futuristik Tertulis.
Pada sesi berikutnya, narasumber memaparkan proses penyusunan proposal PKM serta kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi. Narasumber juga mereview judul-judul PKM yang telah diajukan oleh mahasiswa FH Undip dan menemukan berbagai catatan perbaikan. Hasil review tersebut dijadikan acuan bagi mahasiswa dan dosen pembimbing untuk melakukan pembenahan pada sesi pendampingan berikutnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas proposal PKM mahasiswa Fakultas Hukum Undip dapat meningkat dan mampu bersaing hingga lolos pendanaan serta berprestasi di ajang PIMNAS 2026.